Trial TK Mirza Muhammad

Waktu rasanya cepat berjalan, anak kicik Bunda sudah 4 tahun 7 September 2017 lalu. Sehat-sehat selalu ya nak…

Agustus lalu, kami mendapatkan telepon dari Sekolah Karakter Indonesian Heritage Foundation mengenai konfirmasi apakah Mirza akan bergabung untuk TK A di tahun ajaran 2018 nanti. Mengenai Sekolah Karakter Indonesian Heritage Foundation bisa dilihat disini

Bahagia, karena mendapatkan kesempatan setelah ikut mendaftar waiting list sekitar 3 tahun lalu saat Mas Helmi masuk TK B di sana. Tapi ada rasa ragu terselip, apa ade sudah bisa ya kami lepas untuk sekolah. Sebenarnya tahun ajaran lalu 2017 kami juga sudah dihubungi untuk Mirza bergabung di kelas Kelompok Bermain. Pertimbangan saat itu Mirza speech delay, kosa kata masih sangat sangat terbatas sehingga kami putuskan untuk menunda.

Keraguan yang sama juga muncul saat Agustus lalu, sudah siapkah jika Mirza sekolah, lalu bagaimana nanti komunikasi dengan guru dan teman-temannya, bisa mandirikah nanti, masyaAllah banyak keraguan yang silih berganti di hati dan pikiran. Hingga akhirnya saya dan suami sepakat mengikuti saja jalan dan ketentuan dari Allah.

Tibalah waktunya Mirza diberi kesempatan untuk mengikuti trial pada tanggal 4 November lalu, membaca email dari sekolah bahwa diharapkan orang tua dapat memotivasi anak dapat mandiri saat kegiatan trial nanti. Anak-anak ditinggalkan di kelas untuk mengikuti kegiatan dari jam 08.00-11.00.

Saya dan suami sempat meragukan Mirza, khawatir tidak mau ditinggal saat trial nanti, atau akan terjadi konflik dengan teman barunya nanti. Tapi pelajaran berharga justru kami dapat di hari itu karena anak kicik umur 4 tahun yang mampu mengingatkan kami untuk selalu berprasangka baik pada Allah. Ya ternyata Mirza luar biasa hari itu, dengan percaya diri melangkahkan kaki ke dalam kelas mengikuti sapaan hangat dan ajakan ibu guru untuk masuk kelas bergabung bersama teman-teman. Dan bisa mandiri, iya mandiri kami tinggalkan di sekolah dan kami jemput saat kegiatan trial usai.

Meski kami sendiri pun belum tahu hasil trial kemarin, dan belum bisa menilai karena ketika ditanya apa saja yang dilakukan di kelas Mirza cuma menjawab gambar. Senang di sekolah, jawabnya senang. Banyak temannya de, dia jawab banyak. Siapa saja temannya, dia jawab pake bahasanya sendiri. Kami hanya senyum-senyum saja, sambil menyelipkan do’a semoga kosa katanya semakin bertambah. 

Dan 1 minggu setelah trial berlanjut dengan wawancara orang tua calon murid, siang tadi 11 November kami diundang untuk datang pukul 10.15-10.55. Wawancara siang tadi kami langsung bertatap muka dan berdialog dengan ibu Hany Maria selaku kepala sekolah TK. Kegiatan wawancara tadi seputar tentang aktivitas rutin dan bagaimana anak saat di rumah, tentang screen time, perkembangan emosi anak, sosialisasi di lingkungan sekitar rumah, kegiatan yang disukai dan tidak. Jadi lebih seperti sharing, orang tua juga tidak sungkan dan ragu menceritakan kelebihan dan kekurangan anak, kami juga diberi advice untuk lebih mengatur jadwal screen time dan juga membiasakan Mirza dengan aturan. Baik kita semangat terus ya nak, insyaAllah semua akan baik hasilnya….


Menunggu dengan harap-harap cemas kembali, pengumuman penerimaan murid baru TK Karakter tahun ajaran 2018 segera 💓💓

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s