Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri adalah cara kita merasa dan melihat kemampuan diri kita sendiri, juga keyakinan akan anggapan orang tentang diri kita. Rasa percaya diri pada pada anak akan dapat tumbuh kuat, jika kita sebagai orang tua menumbuhkan perasaan “disayan​g dan diterima” (feeling lovable) dan “yakin pada kemampuan diri” (feeling capable) kepada anak-anak kita.

Berikut beberapa tips bagi para orang tua untuk menumbuhkan kepercayaan diri pada anak :

1. Mengurangi kebiasaan mengkritik anak.

Saatnya orang tua mengubah nada bicara dan mulai menggunakan kata-kata positif jika ingin menasehati anak.

2. Mengenali kemampuan anak.

Tak semua anak unggul di semua bidang, seperti dalam teori kecerdasan majemuk bahwa setiap anak mempunyai bakat dan kemampuannya masing-masing. Jika anak tidak unggul dalam matematika, jangan paksakan mereka untuk meraih nilai terbaik di kelasnya tapi berikan support untuk tetap bisa mempelajarinya dengan baik. Disini saatnya orang tua berperan mengamati bakat anak, kembangkan bakat atau kesukaan mereka misalkan suka menggambar maka ikutkan mereka kursus menggambar atau komunitas yang dapat mendukung bakatnya.

3. Memberikan pujian ketika anak melakukan hal-hal yang baik.

Namun perlu juga untuk memberikan pengertian bahwa tidak mengapa kita melakukan kesalahan, katakan bahwa Ayah dan Bunda juga pernah melakukan kesalahan. Tetapi bantu anak untuk memahami bahwa kita dapat belajar dari kesalahan tersebut dengan memperbaiki diri agar tidak terulang kembali.

4. Mengikuti perkembangan anak di sekolah.

Terkadang kita sebagai orang tua tidak menyadari bahwa pengaruh cara pengajaran guru (misal galak, mengecilkan kemampuan anak, memberi label negatif pada anak) dan juga pelajaran yang terlalu membebani dan tidak sesuai perkembangan anak dapat “membunuh” rasa percaya diri.

Karenanya perbanyak komunikasi dengan anak tentang kegiatan atau kesulitannya di sekolah, menjadi teman bicara yang baik untuk anak. Dan juga dapat berdiskusi dengan guru mengenai perkembangan anak.
Rasa percaya diri memang perlu untuk dibentuk sejak dini, agar anak mengetahui akan kemampuan dan kelemahannya sehingga anak dapat merasa nyaman dan menghargai dirinya. Bimbing anak agar tidak menjadi tinggi hati atau sombong pada kelebihan dirinya. Ingatkan mereka pada “Ilmu Padi” semakin berisi semakin merunduk ke tanah. Tetap merasa rendah hati dan tidak perlu membanggakan kemampuan yang dimilikinya secara berlebihan.
Sumber :

Ratna Megawangi. 2012. Menyemai Benih Karakter. Edisi kedua. Penerbit Indonesia Heritage Foundation Depok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s