Memaknai rasa syukur

image

Makin banyak bermuhasabah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, Allah begitu sayang mengingatkan melalui sekitar, agar kita tak lalai dalam syukur…

Beberapa kejadian disekitar kami akhir2 ini seolah menjadi cara lain Allah mengingatkan kami. Tanpa bermaksud membuka duka/luka dengan saya menuliskannya disini, sebagai pengingat bagi saya agar lebih bersyukur dan cukup atas ridho dan keberkahan Allah swt…

Pagi itu tiba2 ramai chat di sebuah group WA saya, kabar duka dr seorang teman yang harus kehilangan calon bayinya. Ucapan duka dan support mengalir, saya pun menyelipkan do’a agar ibu diberi kekuatan agar lekas pulih dan keikhlasan InsyaAllah akan menjadi tabungan di akhirat.

Saya tahu tidak mudah bagi sang ibu untuk menata hatinya, berjuang ditengah rasa sakit yg masih tersisa tetap harus berusaha tegar dan ikhlas menerima kehendak Allah kehilangan yang dinanti2. Semoga Allah sehatkan sahabat saya dan segera Allah berikan keturunan sholeh/ah…Aamiin

Selang beberapa minggu….

Kembali dikejutkan berita duka di salah satu group WA, anak dari salah seorang teman meninggal di usianya yang belum genap 2 minggu. Ya baru beberapa hari lalu suasana gembira menyambut kehadiran bayi tampan itu.
Di pemakaman tampak raut sedih meski terlihat perjuangan batinnya untuk bisa tegar dan ikhlas di depan para pelayat.

Dan kali ini saya ikut merasakan kesedihan sang ibu, subhanallah ujian bagi beliau ditengah rasa sakit melahirkan belumlah hilang ananda harus meninggalkannya. Semoga kuat, ikhlas dan tegar sahabat….
Ananda tampan nan sholeh semoga lebih bahagia di surga dan kelak akan menyambut ayah bundanya di pintu surga…Aamiin

Beberapa hari kemudian, saya dan suami berbincang usai makan. Suami menceritakan kisah salah seorang teman kerjanya tanpa bermaksud bergosip. Sebelum menceritakan suami sudah berpesan cukup kita ambil hikmah dari apa yang akan ayah ceritakan ya nda…

Teman ayah ini secara materi bisa dikatakan lebih dari cukup, secara kasat mata rasanya tampak sempurna kebahagiannya bersama keluarga.  Setidaknya itu yang terlihat di depan teman2. Meski terdengat bisik-bisik kurang enak akan caranya mendapatkan.Tapi ayah baru tahu, dibalik materi yang berkecukupan ujian yang dihadapi begitu berat. Diuji oleh anak yang sakit dan harus berobat ke luar negeri karena obatnya belum ada disini, dan itu rutin 1x dalam sebulan. Subhanallah ujian yang tidak mudah menurut saya dan suami…

Dan suami melanjutkan kembali obrolan ringan kami dengan sebuah kisah tema kerjanya yang lain, tak lupa berpesan yang sama untuk sekedar kita ambil hikmahnya saja

Seorang driver perusahaan, untuk menambah pemasukan keluarga berjuang kembali menjadi driver di angkutan online. Tapi hanya sekitar 2-3 jam saja setelah jam kerja usai, weekend pun tak selalu full. Kalau anak2 ingin main atau kumpul di rumah ya waktunya dihabiskan bersama keluarga di rumah. Ga “ngoyo” dan memanfatkan yang sudah ada saja untuk mencari rezeki lain bagi keluarga…

Maka banyak hal yang menyadarkan kami, sadar terkadang lupa untuk bersyukur, terlena dengan duniawi, mencari rezeki seolah terbutakan mata oleh materi dan mencoba hal-hal yang bahkan diharamkan oleh Allah. Naudzubillahi mindzalik…

Bersyukur bersyukur bersyukur, bersyukur akan nikmat hela nafas dan sehat. Sederhana namun sering terabaikan.

Bersyukur melihat anak-anak tumbuh sehat, meski kadang diuji sedikit tentang tumbuh kembangnya yang sedikit berbeda. Tapi yakin bahwa setiap anak itu unik, dengan segala kecerdasan dan kemampuannya masing-masing.

Belum punya rumah, belum punya mobil, belum punya gadget keluaran terbaru yang sedang hits, belum coba menu resto yang sedang booming. Begitu banyak ingin sering membuat khilaf, lupa untuk mensyukuri yang sudah kita miliki. Membuat kita mengabaikan keberkahan atas rezeki yang kita dapat.

Suami berpesan

Sedikit asalkan berkah, Allah ridho InsyaAllah akan membawa keberkahan juga buat kita. Melihat ke bawah membuat kita akan tersadar untuk lebih banyak bersyukur.
Cukuplah kesehatan, keberkahan rezeki yang akan menghangatkan keluarga kita.
Cukuplah melihat tawa ceria anak-anak menghiasi keseharian kita.
Cukuplah mengharap keberkahan dan ridho Allah.
Akan membuat kita menjadi hambanya yang selalu bersyukur di setiap hela nafas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s