Keluarga Generasi Sehat “Generasi Sehat, Generasi Cemerlang” part 2

image

Mengatasi Maraknya Informasi LGBT : Kenalkan PHN dan bukan PHN

Berita di televisi hingga berbagai update di dunia maya semua sedang ramai-ramai membahas tentang LGBT, lesbian gay biseksual dan transgender. Kita menjadi perlu waspada untuk bisa menyaring dan mengontrol berita-berita tersebut di depan anak-anak. Sebaiknya sedapat mungkin menghindari dan tidak melihat atau mendengar  bahkan  membahas tentang LGBT ketika berada di depan anak2 terutama usia TK-SD.

Lalu bagaimana ketika mereka terlanjur terpapar informasi tersebut??

Kita perlu lebih bijak dalam menjelaskan, karena anak-anak kritis ketika menanyakan sesuatu hal yang membuatnya penasaran.

Pada sesi 2 Parenting Sharing Generasi Sehat, Ibu Wahyu Farrah Dina memberikan “trick”nya, orang tua dapat menggunakan kalimat tertutup dalam menjelaskan sehingga anak2 merasa cukup dengan informasi yang kita berikan. Dalam hal ini menyesuaikan dengan usia dan pemahaman anak.

Kita tidak perlu menjelaskan kepada anak tentang apa itu LGBT atau singkatan dari apakah itu. Cukup jelaskan pada anak bahwa ada yang disebut Pasangan Hidup Normal (PHN) dan bukan Pasangan Hidup Normal (bukan PHN).
Bisa disampaikan pada anak, bahwa PHN itu seperti ayah-bunda/kakek-nenek/om-tante. Sedangkan bukan PHN itu merupakan perbuatan dosa tidak sesuai dengan agama, tidak sesuai dengan hukum alam.

Untuk anak-anak dengan usia yang lebih besar (kelas 4 SD keatas) dapat ditambahkan bahwa bukan PHN akan menyebabkan populasi manusia akan berkurang. Bukan PHN merupakan hak pribadi mereka, kita tidak perlu meniru karena kita tahu itu tidak sesuai dengan agama dan hukum alam.

Tanpa disadari selama ini media memberikan banyak kesempatan berkembangnya isu-isu tersebut, hingga dalam film kartun anak-anak pun ada tokoh laki-laki yang bergaya seperti perempuan, ada juga cerita hewan yang menikah bukan dengan spesies nya, tayangan media cukup memberikan ruang menyebarkan isu ini.
Tapi Alhamdulillah cukup bersyukur bahwa KPI memberikan aturan kepada media untuk tidak lagi menyiarkan tayangan2 yang memberikan ruang untuk membesarkan isu LGBT kembali.

Saatnya kita juga mulai membatasi paparan media yang tidak sesuai dengan usia anak kita. Lebih dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak dengan berbagai kegiatan dapat dilakukan di rumah. Quality time dan bonding bersama anak akan terbentuk.

Evaluasi dan koreksi diri juga bagi kami, untuk bisa memfilter tayangan2 media mana yang boleh, tidak boleh atau harus didampingi dan diberikan pengertian saat melihatnya.

♡♡ Sebuah Catatan pribadi ♡♡

Mengenai isu LGBT ini menjadi hal penting yang wajib diberitahukan kepada anak-anak, sehingga mereka mendapatkan informasi yang benar dan sesuai dengan Islam dari kita orang tuanya sebelum informasi dari luar yang terkadang membingungkan dan menyesatkan itu meracuni anak-anak.

Sedikit mengingat sharing teh Kiki Barkiah pada salah satu bab di bagian kedua bukunya.

Beliau menjelaskan kepada anak-anak tentang LGBt ini dengan menceritakan mengenai kaum nabi Luth yang dilaknat oleh Allah karena hubungan sejenis.

Jelaskan pada anak bahwa menikah itu antara pria dan wanita, jantan dan betina. Beri pengertian pada anak bahwa diluar sana masih banyak kaum nabi Luth, sehingga kita harus berhati-hati dalam menjaga pandangan dan aurat baik kepada teman sejenis ataupun berlawanan jenis.

Semoga kita sebagai orangbtua dapat menjaga fitrah anak-anak kita, menjauhkan dari hal-hal yang dibenci Allah swt…Aamiin

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s