Keluarga Generasi Sehat “Generasi Sehat, Generasi Cemerlang” part 1

image

Bijak Dalam Penggunaan Gadget

Kali ini ada kegiatan seru di sekolah mas helmi, dengan tema Generasi Sehat. Untuk mendukung ini, siswa di sekolah mulai aktif mendapatkan penjelasan2 yang ramah anak tentang penggunaan gadget yang sehat. Tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami anak dari usia KB-TK-SD.
Saat bertanya pada mas helmi, bagaimana pemakaian gadget sehat itu?
“Ga boleh lama pake gadget nda, nanti bs merusak mata kata bu guru”
“Gadget itu apa mas?”
“Gadget itu hp, tablet, ipad, laptop”

Setuju sekali ketika mengetahui tema ini diangkat di sekolah dan dijelaskan ke anak-anak karena sesungguhnya gadget adalah musuh terselubung. Dampaknya bisa begitu luar biasa ketika sudah sampai pada tahap kecanduan. Bahkan sama mengetikannya dengan dampak narkoba.

Hal inilah yang jadi tema di parenting sharing bersama ibu Wahyu Farrah Dina, sebagai puncak dari rangkaian kegiatan dan tema Generasi Sehat pada Sabtu, 27 Februari 2016.

Anak-anak memang terlihat bahagia ketika memainkan games, tapi sesungguhnya kebahagiaan semu yang dirasakan oleh mereka. Akankah kita biarkan anak-anak terlena dengan kebahagiaan semu? Dan terjerumus pada dampak negatif dari kecanduan games?

Ibu Farrah menyampaikan bahwa beberapa jenis game sangatlah tidak layak dilihat apalagi dimainkan oleh anak-anak. Seperti GTA, DotA, PB dan game kekerasan lainnya. Nampak jelas bagaimana adegan demi adegan menunjukkan kekerasan fisik. Hal ini bisa menjadikan anak meniru dan bisa berakibat fatal.

Bagaimana seorang anak dapat dikatakan kecanduan gadget….??

–> memainkan gadget lebih dari 2 jam.
–> lupa akan hal-hal yang biasa dilakukan, seperti makan, belajar hingga sholat.

Kecanduan gadget dapat membuat para gamers ini menjadi sakaw ketika “kebutuhannya” tidak terpenuhi, ya kecanduan games sama halnya dengan kecanduan narkoba. Disaat sakaw inilah para gamers bisa menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan uang sebagai pendukung kegiatannya. Mencuri, menodong, bahkan hingga membunuh orang tua (naudzubillah) ketika tidak diberi uang untuk bermain game. Mengerikan….

Lalu hal-hal apa saja yang menyebabkan game kekerasan ini menjadi candu yang begitu sulit dilepaskan dari para gamers?

Berikut ini saya rangkum dari buku, Narkoba Terselubung : Video Game Kekerasan Penghambat Perkembangan Karakter Anak**
>>> Adanya sensasi yang menghasilkan kegairahan/lonjakan emosi, dari skala kecil seperti mencari hiburan sampai skala besar seperti seks bebas dan judi.
>>> Sensasi bahwa si pemain merasa diri hebat, mampu mengontrol situasi. Merasa tertantang dan memiliki kekuatan lebih.
>>> Game kekerasan mengaktivasi bagian batang otak yang berfungsi untuk siaga, menyerang atau lari. Sehingga merangsang otak anak untuk bereaksi cepat bahkan tanpa berpikir dulu.
>>> Dopamin yang dihasilkan otak akan terus dirangsang keluar dengan adanya sensasi dari permainan game tersebut, hal ini menyebabkan tubuh tergantung oleh rangsangan dari luar unruk mengeluarkan dopamin. Dopamin yang membanjiri otak akan mengakibatkan ketergantungan karena menghasilkan rasa nyaman setelah bermain.
>>> Menghasilkan kortisol yang merupakan hormon racun, dapat menimbulkan perasaan emosi negatif yang berakhir pada depresi.
>>> Setiap game memang dapat menimbulkan efek “ketagihan”. Namun game kekerasan dapat menimbulkan efek yang disebut “stimulus addiction”, yaitu kebiasaan yang terbentuk akibat sikap reaktif yang ditimbulkan oleh aksi kekerasan yang ada di dalam game.

Hal-hal tersebut akan sangat berbahaya terutama untuk anak-anak usia dibawah 9 tahun, karena otak mereka masih terus berkembang. Kecanduan game dapat mengakibatkan rusaknya keseimbangan kimia otak, yang dapat munculnya berbagai masalah mental. Naudzubillahi mindzalik….

Disaat kita berusaha memberikan sebuah kesenangan kepada anak dengan memberikan fasilitas gadget, dibalik itu semua ada dampak yang sangat mengerikan ketika penggunaannya menjadi tidak terkontrol. Karenanya alangkah bijaknya ketika kita bisa ikut terlibat ketika anak menggunakan gadget, kita mengetahui dan dapat mengontrol penggunaan aplikasi yang dipakai anak. Meski terkadang kita lupa untuk melakukan itu, banyak diantara kita yang sudah merasa cukup dengan memberikan fasilitas-fasilitas tersebut.

** Narkoba Terselubung: Video Game Kekerasan Penghambat Perkembangan Karakter Anak
Ratna Megawangi, Fahriati Rahmi, Amaliah Ekasari, Tina Sugiharti
Indonesia Heritage Foundation

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s