Financial Education for Kids

image

Review #4 IPC

1. Sumber : Group IPC
2. Narasumber : Isti Khaerani
3. Waktu diskusi : 23 February 2015 pukul 13.00-14.00
4. Disarikan oleh : Sri Sulistyowati (Ning)
5. Judul diskusi : Financial Education for Kids

Pertama mendengar tema ini, langsung bermunculan pertanyaan-pertanyaan sudah benar belum ya cara saya mengajarkan konsep uang ke anak-anak, apa contoh yang kami berikan mengenai mengelola uang juga sudah sesuai dengan tahapan umur mereka. Pastinya pertanyaan yang sama juga dipikirkan oleh para orang tua baru lainnya. Semoga penjelasan dari teh isti, bisa memberikan sedikit pencerahan bagi kita semua.

Isti khaerani, biar lebih akrab kita panggil beliau dengan teh isti ;). Beliau seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak balita. Saat ini aktif sebagai financial trainer for women and kids, yang telah memiliki sertifikasi CFP dan QWP. Alumnus teknik industri Institute Teknologi Bandung ini bekerja di Bank Mandiri. Memiliki passion di bidang perencanaan keuangan dan parenting. Beliau juga mengajar di Institute Ibu Professional,  Bank Mandiri dan beberapa tempat lainnya.

Mari kita belajar bersama mengenai financial education for kids, lebih simple nya mengenalkan konsep uang pada anak. Mdh2an benar bahasa yang saya pilih…:-D

Usia yang tepat dalam mengenalkan konsep uang adalah pada rentang usia 3-5 tahun. Namun pengenalan dapat dimulai dengan cara sederhana, yaitu :

◇ Kita membutuhkan uang untuk membeli sesuatu

Biarkan anak melihat dan mengamati ketika kita melakukan transaksi jual beli, katakan pada anak bahwa untuk membeli barang yang kita inginkan harus membayar dengan uang sejumlah harga barang.
Atau sesekali ajak anak membelanjakan uangnya di warung dekat rumah, dimulai dengan uang pas agar ia tidak bingung. Dan tidak perlu belanja terlalu banyak ya, cukup 1 bungkus wafer cokelat misalnya. Perlahan mengenalkan konsep berhemat juga nich ceritanya.
Bisa juga dengan mengajak anak bermain monopoly,  mengenalkan uang dan transaksi jual beli melalui permainan. Menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak tentunya. Bisa juga dengan bermain peran sebagai penjual dan pembeli bersama Ayah/Bunda di rumah. Sekaligus bonding and quality time bersama anak-anak.

◇ Untuk dapat uang, Ayah/bunda harus bekerja

Jelaskan perlahan bahwa Ayah/Bunda harus bekerja untuk bisa mendapatkan uang yang tadi kita pakai untuk berbelanja. Ayah/Bunda harus bekerja dulu, lalu akan mendapatkan gaji berupa uang yang bisa kita pakai untuk kakak/adik sekolah, untuk Bunda berbelanja sayur dan ikan di pasar. Beritahu juga kepada anak untuk bisa berhemat dengan hanya membeli barang-barang yang dibutuhkan saja.

◇ Untuk mendapatkan sesuatu kita perlu berusaha dan bersabar

Beri contoh sederhana diri kita sendiri, Ayah/Bunda harus bekerja dulu  untuk mendapatkan gaji/uang, Bunda harus berusaha pergi ke pasar dan sabar kena panasnya terik matahari, untuk mendapatkan bahan-bahan keperluan memasak. Adik/kakak juga belajar untuk berusaha dalam mendapatkan sesuatu dan juga bersabar.
Ajak anak belajar konsep usaha dan sabar dengan metode permainan, saat weekend kakak/adik bantu Ayah mencuci motor/mobil atau bisa membantu Bunda membereskan kamar. Nanti Ayah/Bunda akan memberi “gaji” karena kakak/adik sudah bekerja. Uangnya kita simpan dalam celengan, dikumpulkan untuk bisa membeli mainan yang kakak/adik inginkan.
Mengenalkan anak untuk menabung juga bisa dengan cara mengajak mereka untuk membuka rekening tabungan di bank. Atau sebagai awal ajak anak ketika kita menabung biarkan anak melihat dan mengamati proses yang kita jalani.

Selanjutnya untuk rentang usia 4- 7 tahun, tahapan-tahapan yang lebih dalam berikut bisa mulai kita kenalkan :

◇ Lebih dalam mengenalkan konsep BBM ( belanja hemat, berbagi, menabung)

Mulai kenalkan anak dengan konsep harga, belanja barang dengan harga yang sesuai dengan uang yang kita punya. Misal, ajak kakak/adik ke warung dengan memberi mereka uang 2000 rupiah. Yang ingin mereka beli biskuit dengan harga 3000 rupiah, jelaskan perlahan bahwa uangnya tidak cukup, beli wafer ini saja harganya 2000 rupiah cukup dengan uang yang kakak/adik punya.
Kenalkan konsep berbagi, bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang kurang beruntung. Anak-anak kurang mampu itu juga ingin bisa bersekolah seperti kakak/adik. Jadi kita bisa bantu mereka, dengan cara menyumbangkan uang atau barang yang kita punya. Atau kakak/adik jika ikut Ayah pergi Sholat Jum’at menabung di kotak masjid ya…:)
Menabung, melanjutkan konsep di rentang usia sebelumnya. Ajak anak membuka rekening di bank, biasakan ia menyisihkan uang yang dimiliki untuk di tabung. Bisa 1 bulan sekali, ajak anak ke bank untuk menabung biarka ia melalui proses itu sendiri tapi tetap didampingi pastinya ya…

◇ Anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan uang saku

Boleh dimulai mengenalkan anak pada uang saku, tapi juga jelaskan jika uang saku hanya digunakan saat diperlukan. Jika kakak/adik sudah merasa cukup karena membawa bekal dari rumah tidak perlu digunakan untuk jajan lagi uang sakunya…
Untuk anak kelas 5-6 SD bisa mulai dikenalkan konsep uang saku per 3 hari, ajak anak buat perencanaan. Jika sudah mulai mengerti dalam menerapkan konsep perencanaan dan oke mengaturnya saat beranjak SMP bisa mulai kita beri uang saku mingguan. Dan saat SMA bisa mulai dengan uang saku bulanan. Point nya tetap ingatkan anak akan konsep perencanaan dan berhemat dalam menggunakan uang sakunya.
Tetap ingatkan mereka untuk menabung sebagian uang sakunya untuk barang/benda/impian yang sudah mereka rencanakan bersama kita.

◇ Mengenalkan konsep uang kembalian

Konsep ini buat saya sendiri masih peer besar. Tapi tetap semangat untuk mengajarkan, perlahan tapi pasti. Mulai mengenalkan konsep uang kembalian, misal kita meminta tolong anak untuk berbelanja ke warung dekat rumah untuk membeli barang seharga 3000 rupiah tapi kita bawakan mereka uang 5000 rupiah. Sebelum pergi jelaskan pada anak bahwa akan ada uang kembalian 2000 rupiah karena harga barangnya hanya 3000 rupiah. Hal ini juga melatih dan mengenalkan anak akan konsep kejujuran.

◇ Kenalkan konsep membandingkan harga

Bahasa mudahnya untuk awal perkenalan mungkin pakai konsep mahal dan murah ya…  Saat kita berbelanja dengan anak, ingin membeli cemilan mereka berupa biskuit. Bisa kita ambil 2 brand berbeda untuk rasa dan ukuran yang sama, perlahan kita jelaskan. Kak/dik, yang A harganya 2000 rupiah sedangkan yang B 3000 rupiah. Seperti yang sudah Bunda ajarkan bahwa kita harus berhemat kita ambil yang A saja ya karena harganya lebih murah rasanya sama-sama cokelat kok. Kan sudah pernah coba keduanya, sama-sama enak juga rasanya.
Intinya dalam mengenalkan konsep uang pada anak adalah kekompakan orang tua dan anak sebagai tim. Buat peraturan yang mudah dimengerti oleh anak, misalkan:
” weekend ini Ayah dan Bunda mau ajak kakak dan adik ke gramedia, apa yang kira-kira dibutuhkan oleh kakak/adik? Buku atau alat tulis? Kita beli masing-masing 1 buku saja ya.”
Mengajarkan anak konsep perencanaan belanja sederhana, anak membuat planning barang apa yang akan ia beli, menentukan prioritas mana barang yang paling dibutuhkan karena Ayah/Bunda hanya mengizinkan untuk beli 1 barang. Sederhana tapi mudah dipahami oleh anak. Tapi untuk konsep perencanaan dan prioritas bisa mulai diajarkan untuk anak usia 10 tahun ke atas ya…

Point penting dari semuanya, dalam mengenalkan konsep uang pada anak adalah ” latih anak untuk membedakan keinginan dan kebutuhan”. Ini juga penting buat kita para orang tua sebenarnya ya.

Dalam membiasakan konsep tersebut bisa kita mulai dengan cerita sederhana dan yang terpenting contoh dari orang tua. Karena kita adalah role model untuk anak-anak kita sepanjang hari, 24 jam selama 7 hari tanpa henti. Semangat terus untuk kita sebagai orang tua untuk selalu belajar memperbaiki diri.

Mudah-mudahan ilmu ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk saya yang masih terus belajar mengenalkan konsep uang dengan cara yang benar kepada anak.

27 February 2015
Ning_Jakarta
Bunda dari 2 jagoan sholeh dan hebat…Amin
Helmi Hazim (6y)
Mirza Muhammad (1y6m)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s