Perawatan Kesehatan Gigi sesuai Usia Anak

image

Review #3 IPC

1. Sumber : Group IPC
2. Narasumber : drg. Mitta Suci Afrilla
3. Waktu diskusi : 19 February 2015 pukul 20.00-21.00
4. Disarikan oleh : Sri Sulistyowati (Ning)
5. Judul diskusi : Perawatan Gigi sesuai Usia Anak

Nara sumber untuk bincang #3  IPC kali ini adalah seorang dokter gigi muda asal Medan. Drg. Mita Suci Afrilla, seorang ibu dari Aliyya (21 month) dan calon bayi (6week). Beliau mempunyai passion di bidang parenting,  learn through play dan home schooling.

Bahasan kali ini cukup menarik, mengenai perawatan gigi pada anak. Banyak sekali masalah yang sering kita alami sebagai orang tua dalam melakukan perawatan gigi anak-anak kita. Mulai dari hobi makan permen dan makanan manis lainnya yang sulit dikontrol, ditambah dengan sulitnya mengajak anak untuk menyikat gigi. Dan akhirnya yang timbul adalah masalah seperti gigi berlubang, karies gigi, plak gigi. Karenanya kita sebagai orang tua harus pintar dalam merawat gigi anak-anak, yang terpenting adalah ajak anak melakukan kebiasaan baik yaitu sikat gigi pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

image

Masalah kesehatan gigi yang paling umum terjadi di masyarakat Indonesia  terutama pada anak-anak adalah karies gigi, hal tersebut diperkuat oleh hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan RI pada tahun 2004 yang mencapai angka 90, 05%. Hal ini juga dapat terlihat dari lingkungan sekitar kita dimana banyak sekali anak-anak yang mengalami karies gigi bahkan sampai ada yang terlihat seperti ompong karena tidak terlihat lagi bentuk giginya.

Karies (gigi berlubang) yang sering dialami oleh anak-anak, dapat disebabkan karena menumpuknya jumlah plak pada permukaan gigi. Dan juga dikarenakan oleh beberapa faktor berikut ini :

● Host (material pembentuk gigi),
Salah satunya enamel, kepadatan enamel sangat menentukan kelarutannya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.
● Mikoorganisme (bakteri)
● Substrat (makanan yang kita makan)
Munculnya karies gigi bukan hanya karena anak suka makan permen atau karena konsumsi susu formula saja, tapi pola makan dan jenis makanan juga dapat menyebabkan munculnya karies. Karena sekarang ini banyak sekali makanan dan minuman yang mengandung pemanis. Makanan dengan kadar gula tinggi dan karbohidrat yang mengandung sukrosa juga dapat menyebabkan munculnya karies gigi.
● Waktu
Karies dapat berkembang dalam waktu sekitar 6-48 bulan.
Karenanya kita harus mulai menjaga kesehatan gigi anak-anak sedini mungkin, dimulai saat gigi susunya baru tumbuh. Karena gigi susu yang sehat adalah cerminan bagaimana gigi tetapnya kelak. Jika gigi anak sudah berlubang sebaiknya segera dilakukan penambalan.

Berikut inidalah panduan untuk menjaga kebersihan rongga mulut sesuai usia anak:

Usia 0 – 6 bulan

Pada usia ini umumnya gigi belum tumbuh, sehingga yang diperlukan hanyalah membersihkan gusi dan lidah bayi dari sisa-sisa ASI yang mungkin menempel. Cara membersihkannya cukup mudah, hanya dengan menggunakan kain kassa yang kita lilitkan di jari tangan lalu dicelupkan pada air hangat, selanjutnya usal perlahan paa area gigi dan lidah.

Usia 6-12 bulan

Di usia 6 bulan sebagian bayi sudah mulai tumbuh gigi susu pertama yaitu gigi seri pada rahang bawah. Karenanya kita harus mulai lebih extra dalam merawat gigi susu pertama ini. Cara membersihkannya bisa menggunakan kain kassa atau sudah dapat menggunakan sikat gigi khusus yang terbuat dari karet silikon. Dapat mulai dikenalkan penggunaan pasta gigi, cukup seukuran biji beras atau selapis tipis dipermukaan sikat gigi mereka.

Usia 12-24 bulan

Di rentang usia ini, gigi susu yang tumbuh akan lebib banyak, sekitar 12-16 buah. Dan pada usia ini, anak sudah bisa diperkenalkan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan masih bisa menggunakan sikat gigi silikonnya.

Usia 2-3 tahun

Pada rentang usia ini, anak harus mulai diajarkan untuk menyikat gigi dengan cara yang benar. Dapat dilakukan bersama dan menghadap ke cermin, orang tua dapat membimbing anak dan menjelaskan bagian-bagian yang harus dibersihkan.
Para orang tua juga harus sedikit kreatif dalam mengajak dan mengajarkan anak-anak untuk menyikat gigi dengan benar. Misalnya:
– melihat video cara menyikat gigi yang benar bersama anak sembari kita menjelaskan kembali kenapa kita harus membersihkan gigi
-membuat model untuk dapat menjelaskan cara menyikat gigi  dengan cara yang lebib menarik bagi anak-anak. Jelaskan sambil kita bercerita tentang tokoh favorite nya yang rajin menyikat gigi

image

– mengajak anak memilih sendiri sikat giginya,  tapi tetap perhatikan pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat extra soft, ujung sikat yang runcing dan handle yang nyaman untuk digenggam anak-anak.

Usia Pra-sekolah (3-6 tahun)

Seiring kemampuan gerak tangannya yang semakin baik, maka kemampuan anak dalam menyikat gigi juga semakin terampil. Dapat digunakan pasta gigi, sebesar biji kacang polong saja. Orang tua diharapkan untuk terus membimbing dan mengawasi apakah anak sudah menyikat gigi dengan cara yang benar dan apakah sudah benar-benar bersih.
Diharapkan orang tua tetap memberikan contoh yang baik kepada anak dengan sikat gigi minimal 2x sehari, pagi hari 30 menit setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur .
Menyikat gigi setelah sarapan berfungsi untuk membersihkan sisa makanan dan sisa plak semalam. Waktu yang tepat adalah  30 menit setelah sarapan dimaksudkan agar pH mulut kembali normal, saat makan suasana mulut kita asam. Jika kita menyikat gigi saat rongga milyt dalam suasana asam, maka mineral gigi akan semakin mudah terlepas dan dapat mempercepat kerusakan gigi.
Sikat gigi malam hari sebelum tidur penting dilakukan, karena saat malam aliran air liur akan berkurang. Padahal air liur yabg dihasolkan memiliki fungai sebagai pelindung gigi dari bakteri yang dapat melekat pada permukaan gigi. Sehingga bakteri akan semakin senang merusak gigi kita.
Tips penting lainnya adalah biasakan kumur dengan air putih setelah makan dan minum yang manis.

Usia Sekolah (6-12 tahun)

Pada rentang usia ini, para orang tua dapat mulai mengontrol plak pada gigi anak. Dapat dilakukan di rumah dengan mudah menggunakan disclosing solution untuk melihat sisa plak pada gigi anak. Atau juga dapat menggunakan pewarna makanan berwarna merah yang dioleskan diseluruh permukaan gigi menggunakan kapas kecil/cotton bud.

Jika masih terlihat kotoran yang menempel pada gigi, ajak anak untuk sikat gigi kembali untuk membersihkan sisa kotoran.

Penting bagi kita para orang tua untuk mengajarkan kesehatan gigi sejak dini sesuai tahapan usianya. Karena gigi adalah aset untuk anak-anak kita hingga mereka tua nantinya. Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kondisi gigi anak-anak 6 bulan sekali pada dokter gigi kepercayaan anda.

(Ning_Jakarta)
Bunda dari Helmi Hazim (6y)_Mirza Muhammad (1y6m)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s