Serunya Mendongeng

Review #2 IPC

image

1. Sumber : Group IPC
2. Narasumber : Idzma Mahayattika
3. Waktu diskusi : 13 February 2015 pukul 20.00-21.00
4. Disarikan oleh : Sri Sulistyowati (Ning)
5. Judul diskusi : Serunya Mendongeng

Nara sumber kali ini adalah seorang yang memiliki banyak bakat serta kemampuan, seperti mendirikan kidzsmile foundation (yayasan senyum anak indonesia), aktif di gerakan #ayahASI dan #ayahmain, story teller, trainer, bahkan beliau mendalami ilmu mengenai tumbuh kembang anak, graphology, hypnotherapy, dll. Kak idzma, begitulah beliau biasa disapa. Ayah dari 3 orang anak, Gaza, Filan dan Bagas. Mempunyai mimpi sederhana, beliau ingin anak indonesia tersenyum ceria.

Setiap individu sebenarnya mempunyai kemampuan untuk bercerita, banyak orang yang menyangkal kemampuan tersebut dengan berbagai alasan. Tidak bisa mengikuti suara2, tidak bisa menggunakan gaya, tidak bisa memainkan boneka, selain alasan utama yaitu tidak ada waktu.
Berbagai alasan tersebut sebenarnya bukanlah penghalang bagi kita sebagai orang tua untuk bisa bercerita dengan anak-anak kita, tentu saja dengan cara dan gaya kita sendiri. Tidak perlu mempunyai pandangan harus sempurna seperti para story teller ternama. Masing-masing individu mempunyai gaya berceritanya masing-masing, begitu yang kak idzma sampaikan. Jadi kita tidak perlu khawatir atau ragu dengan kemampuan bercerita kita, biarkan mengalir dengan apa adanya sesuai gaya kita. Yang terpenting adalah niat yang kuat, dan menyampaikan isi cerita sesederhana mungkin sesuai dengan kemampuan daya nalar sesuai usia anak-anak yang mendengarkan cerita kita.

Dongeng itu adalah cerita fiksi, dan dongeng adalah bagian dari bercerita. Banyak hal yang bisa kita ceritakan bukan hanya berupa dongeng, bisa hal-hal sederhana seperti cerita kegiatan ayah di kantor, cerita sejarah, cerita rasul atau cerita-cerita yang memberikan contoh hal-hal baik disekitar anak-anak. Dalam bercerita sebaiknya kita lebih fokus untuk menanamkan karakter-karaker baik, dengan maksud menanamkan nilai-nilai kebaikan yang bisa menjadi contoh atau teladan bagi anak. Meskipun kita perlu mengenalkan tokoh atau karakter yang tidak baik sebagai gambaran untuk anak, bahwa ada hal baik dan buruk yang akan anak-anak kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Media bercerita terkadang diperlukan untuk menarik anak, seperti buku, boneka ataupun mainan kesayangan anak-anak. Jika kita tidak pandai menirukan suara binatang, kita bisa memberikan efek suara diawal dialog, seperti
kucing : “meeeonggg, hai bebek mau pergi kemana?”
bebek : “wekwek, aku mau pergi ke sungai kucing”
Manfaatkan saja kemampuan suara yang sudah Allah berikan pada kita, ada suara besar, pelan dan berbisik. Hanya tinggal mengeksplore saja apa yang kita punya. Atau bercerita tentang alat transportasi dengan menggunakan mobil-mobilan atau kereta-keretaan kesayangan anak. Sehingga cerita kita makin dirasa menarik oleh anak.

Bercerita hal-hal sederhana, sambil memangku atau memeluk anak salah satu hal yang dapat meningkatkan bonding antara orang tua dengan anak. Bercerita juga merupakan salah satu solusi untuk ayah sibuk agar tetap dekat dengan anak-anak. Hal terpenting bagi anak-anak adalah kita bercerita bukan bagaimana gaya kita bercerita.

Semoga makin banyak senyum anak Indonesia dengan makin tumbuhnya kesadaran para orang tua agar dapat meluangkan sedikit waktunya untuk bercerita pada anak-anaknya. Cara sederhana dengan hasil yang luar biasa. Mimpi sederhana dari seorang kak idzma yang akan menjadi mimpi besar para orang tua seperti kami untuk menghebatkan anak-anak Indonesia lewat bercerita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s