Agar Anak Akrab dengan Alqur’an

Review #1

image

1. Sumber : Group IPC
2. Narasumber : Wiwik Wulansari
3. Waktu diskusi : 3 February 2015 pukul 20.00-21.00
4. Disarikan oleh : Sri Sulistyowati (Ning)
5. Judul diskusi : Agar Anak Akrab dengan Alqur’an

Mengenalkan Alqur’an pada anak memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua. Nara sumber kali ini berbagi pengalamannya dalam mengenalkan Alqur’an pada anak. Beliau adalah teh Wiwik, bunda dari Farid dan Fatin. Teh wiwik juga merupakan home educator dan salah satu pengurus Institute Ibu Professional (IIP) Bandung.

Mengenalkan Alqur’an pada anak hendaknya dilakukan sedini mungkin, karena dalam masa perkembangannya otak anak-anak seperti spons. Anak-anak masih dengan mudah menyerap informasi yang mereka dapatkan, maka dari itu sebaiknya mengisi otak mereka dengan hal-hal baik termasuk mengenalkan Alqur’an.

Semuanya bisa dimulai sejak dalam kandungan, janin akan terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alqur’an baik itu Ayah/Bunda yang tilawah maupun memperdengarkan murattal. Setelah bayi lahir kita masih bisa melanjutkannya, ketika sudah mulai dapat berinteraksi langkah selanjutnya mulai dikembangkan. Misalnya di usia 6 bulan, kita mulai mengenalkan flash card huruf hijaiyyah, membacakan kisah-kisah dari Alqur’an, atau tilawah di depan anak. Hal-hal tersebut bisa kita mulai ketika bayi sudah mulai bisa memberikan respon.

Ketika usia sudah semakin bertambah maka aktifitas fisik anak pun akan semakin bertambah. Maka kita bisa melakukan pendekatan dengan cara ikut bermain bersama mereka, sambil membacakan surat-surat pendek. Jika aktifitas ini rutin dilakukan, meskipun harus ikut berlari atau berguling bersama anak maka telinga anak akan terbiasa mendengarkan seiring berjalannya waktu anak akan bisa hafal surat-surat pendek dengan sendirinya.

Semua proses tersebut akan menjadi lebih mudah ketika kita bisa mengetahui gaya belajar anak, agar pendekatan yang kita lakukan lebih maksimal. Misalkan untuk anak dengan gaya belajar kinestetik, kita bisa mengikuti aktifitas mereka misal berlari atau lompat sambil membacakan suat-surat pendek. Atau anak dengan auditori dan visual bisa dengan kita ajak membaca Alqur’an bersama, mendengar dan melihat apa yang orang tuanya baca akan membuat anak penasaran dan seiring berjalannya waktu akan ada ketertarikan dari dirinya sendiri untuk membaca Alqur’an.

Pengenalannya sendiri dapat kita lakukan secara bertahap, misalkan : bermula dengan memperdengarkan Alqur’an, mengenalkan huruf hijaiyyah melalui tulisan tangan; poster;  flash card, iqro, setelah itu berlanjut pada Juzz’amma dan akhirnya anak bisa membaca Alqur’an.

Semua itu butuh proses, setiap anak tidak akan bisa memperoleh pencapaian yang sama dalam kurun waktu bersamaan. Tetap menghargai dan memahami kemampuan anak. Ketika sudah terbiasa maka akan lebih mudah bagi anak untuk menghafal. Setiap anak itu unik, memiliki kepintaran dan kecerdasannya masing-masing.  Yang terpenting, kenalkan Alqur’an sedini mungkin, biasakan anak mendengar dan melihat contoh dari orang tuanya sendiri, ajak anak untuk ikut terlibat mengaji bersama atau biarkan anak mendengarkan kita sambil berada di pangkuan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s